Jumat, 31 Januari 2014

kata-kata mutiara

KATA-KATA MUTIARA
1.        َمنْ سَارَعَلىَ الدَّرْبِ  وَصَلَ
Barang siapa yang berjalan pada jalannya maka sampailah ia.
2.        َمنْ جَدَّ وَجَدَ
Barang siapa yang sungguh-sungguh maka dapatlah ia.
3.        َمنْ صَبَرَ ظَفِرَ
Barang siapa yang bersabar maka beruntunglah ia.
4.        َمنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
Barang siapa yang sedikit kejujurannya maka sedikitlah temannya.
5.        جَالِسْ اَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ
Pergaulilah orang yang mempunyai kejujuran dan ketetapan janji.
6.        َمَودَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ
Kecintaan seorang teman akan kelihatan sewaktu  kita dalam kesempitan.
7.        الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلَى كُلِّ عَمَلٍ
Kesabaran itu dapat menolong setiap pekerjaan.
8.         ُاطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِى ِالَى اللَّحْدِ
Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat.
9.        وَمَا اللَّذَّةُ  إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ
Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kita lalui dengan kepayahan.
10.   جَرِّبْ وَلاَ حِظْ تَكُنْ عَارِفًا
Coba dan perhatikanlah niscaya kamu akan tahu.
11.   خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ
Sebaik-baiknya sahabat itu adalah yang menunjukkan  kepada kebaikan.
12.    لَوْلاَ العِلْمَ لَكَانَ النَّاسُ كَا لبَهَائِمِ
Kalaulah tidak karena ilmu niscaya manusia itu seperti binatang.
13.    لَنْ تَرْجِعَ الأَيَّامُ التَّي مَضَتْ
Hari-hari yang telah berlalu itu tidak akan kembali.
14.   تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كِبيِْرًا
Belajarlah di waktu kecil dan amalkan di waktu besar.
15.   فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ
Pikirlah sebelum kamu memutuskan (merencanakan sesuatu).
16.   مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ
Siapa yang tahu jauhnya perjalanannya, ia akan bersiap-siap.
17.   مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا
Siapa yang menggali lubang ia akan terperosok kedalamnya.
18.   عَدُوعَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهَلٍ
Musuh yang pandai itu lebih baik dari pada teman yang bodoh.
19.   مَنْ كَثُرَ اِحْسَانُهُ كَثُرَ اِخْوَانَهُ
Siapa yang banyak perbuatan baiknya, banyak pula temannya.
20.   اِجْهَدْ وَلاَ  تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُ العُقْبَى لِمَنْ َيتَكَاسَلُ
Bersungguhlah jangan bermalas-malasan, dan jangan lengah karena penyesalan itu bagi orang yang bermalas-malasan.
21.   لا َتُؤَخِّرْ عَمَلَكَ اِلَى الغَدِ مَا تَقْدِرُ اَنْ تَعْمَلَ اليَوْمَ
Janganlah menunda pekerjaanmu sampai esok hari, jika kamu dapat mengerjakannya hari ini.

Sabtu, 25 Januari 2014

Pengendalian Hama Padi

zaynalefendy.brow

Pengendalian Hama dan Penyakit pada Padi


Prinsip: Pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) merupakan syarat mutlak untuk penerapan teknologi kami, mencakup strategi pengendalian sebagai berikut:1. menggunakan varietas tahan hama/penyakit2. menanam tanaman yang sehat, termasuk pengendalian dari aspek kultur teknis seperti pola tanam yang tepat, pergiliran tanaman, kebersihan lapang, waktu tanam yang tepat, pengelolaan tanah dan irigasi, menanam tanaman perangkap untuk mengendalikan tikus.3.pengamatan berkala di lapangan.4.pemanfaatan musuh alami, seperti: pemangsa (predator), misalnya laba-laba, capung, ular sawah, burung hantu, katak dlsb.5.pengendalian secara mekanik seperti: menggunakan alat atau mengambil dengan tangan, menggunakan pagar, menggunakan perangkap.6.pengendalian secara fisik seperti menggunakan lampu perangkap7.penggunaan pestisida hanya bila diperlukan dengan: insektisida, fungisida atau molusida.Pengendalian hama dan penyakit utama tanaman padi seperti tikus, wereng, pengferek batang dan penyakit tungro, berikut uraiannya.Pengendalian Tikus1.Pengendalian tikus dengan bubu dilakukan seawal mungkin, yaitu pada saat pengolahan tanah sampai panen. Pemasangan bubu dipersemaian maupun di pertanaman merupakan salah satu cara menekan populasi tikus.2.Pengendalian dengan racun tikus, terdapat dua macam racun yaitu racun akut (sangat beracun, membunuh tikus dengan cepat) dan racun kronis (membunuh tikus setelah makan berulang-ulang).3.Pengumpanan dengan racun akut efektif dilakukan pada saat bera menjelang musim hujan, pada saat itu sumber makanan tidak tersedia.4.Saat pertumbuhan vegetatif umpan diletakkan di pematang dengan jarak ± 50 m antar lokasi umpan.5.Pada fase bunting, umpan diletakkan pada petak sawah sejauh satu meter dari pematang.6.Saat padi berbunga hingga panen, tikus sedang bunting atau beranak, pengemposan dengan asap belerang atau karbit merupakan cara yang efektif. Pemasangan umpan pada fase ini tidak efektif, karena sumber makanan melimpah. Namun cara tersebut dapat dikombinasikan dengan memberikan umpan berupa kepingan gula merah/jawa di sarang tikus akan mengundang semut hitam/merah yang pada gilirannya akan menyerang anak-anak tikus karena ada bau manis bekas air susu tikus.7.Selain cara tersebut dapat pula dikombinasikan dengan penyemprotan pestisida organik PessO Plus 20cc per 14 liter air/sprayer ditambah 2-3cc minyak serimpi, semprot merata pada tanaman padi. Aroma menyengat dari ramuan tersebut akan menjauhkan tanaman dari pemangsa tikus.Pengendalian Wereng Coklat1.Tanam serempak dalam areal atau hamparan yang luas - manfaatkan kelompok tani atau gapoktan desa atau kecamatan atau beberapa kecamatan, selang waktu tanam dalam satu hamparan tidak lebih dari 3 minggu.2.Laksanakan pergiliran varietas.3.Setiap varietas jangan ditanam lebih dari 2 kali berturut-turut dalam setahunnya, selingi dengan palawija.4.Pembuatan pesemaian dan penyediaan bibit sehat.5.Hindarkan pemupukan N (Urea) berlebihan. Pupuk dengan unsur Kalium (K) dapat mengurangi keparahan akibat serangan hama wereng.6.Pada tanaman terserang, keringkan petakan 3-4 hari. Segera setelah panen tunggul jerami dikomposkan kemudian di bajak.7.Apabila dalam pengamatan ditemukan lebih dari 5 ekor wereng saat tanaman berumur kurang 40 hari, dan lebih dari 20 ekor wereng pada tanaman berumur lebih dari 40 hari. Tanaman disemprot dengan insektisida organik PessO Plus 20-30cc per 14 liter air/sprayer dengan ditambah 2cc minyak kampak serta 10-20 cc pelembut pakaian [bisa diganti dengan 1 sendok makan detergen busa rendah non soda api contoh: merk attack].8.Selain alternatif pada nomor 7 dapat digunakan Biopestisida Ponomu untuk mengendalikan hama wereng dan walangsangit dengan cara:* Sebelum digunakan sprayer harus dibersihkan dari bekas penyemprotan pestisida/fungisida/bakterisida kimia karena dapat mengurangi daya kerja Ponomu, karena ponomu berbahan aktif jamur-jamur pathogen khusus bagi organisme pengganggu tanaman tertentu seperti wereng dan walangsangit.* Ambil 1 sachet @ 30gram untuk 14 liter air/sprayer. Tutup rapat nozel pada sprayer sehingga dihasilkan semprotan kabut [mist]. Untuk hasil lebih baik dapat ditambahkan 10cc 4Plus atau 1 sendok makan gula pasir/jawa.*Semprot ke lahan yang terkena serangan wereng pada sore hari sesudah pukul 15.00. Penyemprotan dilakukan di atas permukaan tanaman dan ke bawah permukaan dengan cepat.Pengendalian Penyakit Tungro1.Segera setelah panen tanah dibajak agar singgang tidak tumbuh. Tanam seawal mungkin secara serempak. Tanam serempak dalam areal atau hamparan yang luas - manfaatkan kelompok tani atau gapoktan desa atau kecamatan atau beberapa kecamatan, selang waktu tanam dalam satu hamparan tidak lebih dari 3 minggu.2.Pergiliran tanaman padi - padi - palawija.3.Gunakan varietas tahan tungro seperti Mamberamo, IR-66, dan IR-74.4.Mencabut tanaman yang terserang.5.Pengendalian secara kimiawi dilakukan sejak di pesemaian dengan insektisida karbofuran (Furadan, Curater dll), atau dengan Confidor 5 WP.Pengendalian Penggerek Batang1.Sampai saat ini tidak ada varietas padi yang tahan terhadap penggerek batang. Tanam serempak dalam areal atau hamparan yang luas - manfaatkan kelompok tani atau gapoktan desa atau kecamatan atau beberapa kecamatan, selang waktu tanam dalam satu hamparan tidak lebih dari 3 minggu.2.Memotong jerami serendah mungkin dan di bakar.3.Hindarkan pemupukan N yang berlebihan, pupuk K dapat mengurangi keparahan akibat serangan penggerek batang.4.Segera setelah panen tunggul jerami dibakar dan dibajak.( BP3K Geragai Tanjabtim)
Petani pun Punya Senjata Baru Atasi Wereng
Serangan hama wereng batang coklat atau Nilaparvata lugens hampir selalu merepotkan para petani padi. Pasalnya, selain menimbulkan dampak yang besar hingga gagal panen, hama ini juga berperan sebagai pembawa virus kerdil pada tanaman padi. Kini petani tidak perlu khawatir lagi, karena telah ada paket pestisida antiwereng yang memadukan dua bahan aktif sekaligus dalam satu paket produk.

Sekitar tujuh tahun yang lalu, hamparan padi di Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah terserang hama wereng coklat yang cukup parah. Kecuali Haji Sahlan, hampir semua petani di desa tersebut mengalami gagal panen.

“Alhamdulillah kita masih bisa panen 80 persen,” terang Haji Sahlan saat ditemui Abdi Tani di kediamannya. Ia sendiri memiliki lahan padi seluas 15 bahu (sekitar 10,5 ha) yang tersebar di dua desa di Kecamatan Pecangaan.

Menurut Haji Sahlan, saat itu penggunaan pestisida untuk mengatasi serangan wereng di desanya masih sembarangan dan tidak sesuai dengan hama sasarannya. “Angger wong ngomong yo iku sing digawe (setiap omongan orang, ya itulah yang dipakai petani-red). Petani sudah tidak memikirkan itu benar atau tidak, mahal atau murah, sing penting piye carane ngatasi wereng (yang penting bagaimana cara mengatasi wereng,” ujarnya.

Lantaran belum adanya sosialisasi dan arahan yang tepat mengenai pengendalian hama wereng, termasuk penggunaan pestisida yang tepat sasaran, itulah yang membuat hampir semua petani padi di wilayah Karangrandu mengalami gagal panen. Beruntung bagi Haji Sahlan, tanaman padinya masih bisa selamat meskipun tidak semuanya bisa dipanen.

Lain dulu, lain sekarang. Kini Haji Sahlan sudah memiliki ‘senapan’ baru untuk mengatasi serangan wereng. Semenjak mengenal Paket Pestisida Antiwereng dari Cap Kapal Terbang yang berisi insektisida Winder 100EC dan Promectin 18EC, ia mengaku tidak perlu risau lagi saat menghadapi serangan hama tersebut. Ia sendiri termasuk pecinta produk pestisida dari merek dagang yang diusung oleh PT. Tanindo Intertraco ini.

“Pokoke angger Cap Kapal Terbang kulo mesti oke (pokoknya asalkan dari Cap Kapal Terbang saya pasti oke),” ujar petani berumur 62 tahun ini. Sebelum menggunakan Paket Antiwereng tersebut, ia biasa menggunakan insektisida Promectin ataupun Trisula untuk mengatasi serangan hama pada tanaman padi miliknya.

Meskipun harga paketnya sedikit lebih mahal dari pestisida yang lain, hal itu bukan suatu masalah bagi Haji Sahlan. Ia mengibaratkannya dalam istilah Bahasa Jawa “kalah tuku, menang ngganggo”, atau dengan kata lain, meskipun harganya lebih mahal, tapi keampuhannya luar biasa. Bahkan, dari hasil perhitungannya sendiri, dengan menggunakan Paket Antiwereng itu ia justru bisa lebih menghemat biaya penyemprotan hingga separonya.

“Hasil akhirnya kita malah bisa berhemat. Karena memang lebih ampuh. Biasanya, dengan pestisida lain butuh empat kali semprot, tapi dengan (Paket) Antiwereng ini cukup dua kali saja,” tutur Haji Sahlan.

Ia pun menggunakan Paket Antiwereng tersebut di saat intensitas serangan hama wereng coklat lebih tinggi. Di saat intensitas serangannya biasa-biasa saja, ia cukup menggunakan insektisida Trisula untuk mengendalikan. “Saya pakai Paket Antiwereng ini kalau pas parah saja. Kalau kondisinya biasa, ya saya cukup pakai Trisula,” ungkap Haji Sahlan.

Sangat cespleng
Keampuhan Paket Pestisida Antiwereng tersebut juga diakui oleh para petani padi di Demak, Jawa Tengah. Seperti, Ahmad Sohib, Masruri, dan Sukri dari Desa Surodadi, Kecamatan Gajah, Demak. Mereka sudah menggunakan paket pestisida tersebut selama dua musim terakhir.

“Alhamdulillah, dengan adanya Paket Antiwereng, upaya petani di sini dalam mengatasi serangan wereng menjadi lebih ringan. Paket ini memang senjata yang sangat cespleng (manjur-red), terutama untuk serangan wereng yang parah,” ungkap Ahmad Sohib yang juga Ketua Kelompok Tani Sidoasih Desa Surodadi.

Dengan menggunakan dua insektisida dengan bahan aktif yang berbeda, yaitu: Winder 100EC yang berbahan aktif Imidakloprid 100 g/L dan Promectin 18EC yang berbahan aktif Abamektin 18 g/L, serta didaya berantasnya menjadi lebih optimal.

Menurut Masruri, petani di daerahnya biasa melakukan penyemprotan Paket Antiwereng saat mulai ada serangan sampai dengan sesaat menjelang panen. “Semprotnya seminggu sekali dengan dosis satu tutup per tangki,” ujarnya.

Selain karena penggunaan pestisida yang benar dan tepat sasaran, keberhasilan petani padi di Surodadi dalam mengendalikan serangan wereng coklat juga ditentukan oleh pengelolaan tanaman di wilayah mereka yang sudah teratur.

“Petani di sini sudah menerapkan sistem tanam serempak, ya kalaupun ada selisih penanaman, maksimal sepuluh hari. Koordinasinya juga sudah bisa terjalin baik di antara masing-masing petani. Sehingga kalau ada permasalahan bisa segera diatasi dengan baik. Alhamdulillah, saat di beberapa daerah mengalami gagal panen karena serangan wereng, wilayah kami tidak ada yang sampai gagal panen,” ujar Sohib yang mengkoordinir para petani di Surodadi.


Fungsi MS Word

Sebagaimana yang kita ketahui, MS WORD dipergunakan untuk membantu pembuatan dokumen berupa laporan ataupun makalah. Namun, adakalanya kita lupa memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada dalam MS WORD, padahal dengan memanfaatkan fasilitas tersebut dapat membantu mempercepat pembuatan dokumen. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali berbagai fasilitas yang ada dalam MS WORD.

Jenis huruf

Agar dokumen yang dihasilkan tidak terlalu banyak mengalami editing dalam masalah “font”, sebaiknya tentukan dulu default font yang akan dipergunakan. (Menu Home+ Font)
Pembuatan Numbering

Biasanya, pembuatan suatu dokumen mengacu kepada peraturan tertentu dalam pembuatan dokumen (misal Bab I Pendahuluan, Bab II Tinjauan Pustaka). Oleh karena itu, harus didefinisikan terlebih dahulu mengenai numbering yang sesuai dengan peraturan pembuatan suatu dokumen.
Pembuatan Outline

Biasakan bekerja dengan dokumen view berupa Outline. (Menu View + Document Views + Outline). Hal ini akan memudahkan kita untuk membuat poin-poin penting yang akan dituangkan dalam dokumen. Pembuatan dokumen dalam bentuk outline, minimal sampai dengan level 3. Ada kalanya pada saat perpindahan dari level 1 ke level 2 kita diharuskan untuk mengubah list level (Menu home+ Multiple List+Change List Level)
Pemakaian Break Section

Biasanya dalam suatu dokumen terdapat perbedaan jenis penomoran halaman untuk tiap section (misalnya : halaman sampul biasanya tidak ada nomor halaman, Kata Pengantar & Daftar Isi & Daftar Tabel diberi nomor halaman jenis “i, ii, iii,…” , Bab I dst diberi nomor jenis “1,2,3…”) Oleh karena itu untuk setiap pergantian jenis halaman tersebut diberikan break section. ( Menu Page Layout +Break +Next Page).
Penomoran Halaman

Seperti yang telah disebut pada poin 4, maka penomoran halaman akan menggunakan fasilitas break section. Setiap section diberi nomor halaman seperti yang dikehendaki ( Menu insert + Page Number + Format Page Number + Page numbering + start at … kemudian pilih letak nomor halaman bottom atau top of page) khusus halaman sampul, biasanya tidak ada nomor halaman, oleh karena itu header/footer nya perlu diedit (Menu insert + header/footer + edit header/footer + Design + pilih different first page)
Pembuatan Daftar Tabel

Tabel/Gambar/Bagan yang dibuat diusahakan diberi caption yang terdiri dari judul bab dan nomor gambar. (Menu References + insert Caption… pada option pilih label yang diinginkan, hilangkan tanda centang pada exclude label from caption). Untuk pembuatan daftar tabel/gambar/bagan maka pilih menu references + insert table of figures) maka daftar tabel dapat muncul secara otomatis. Apabila ada perubahan posisi halaman pada tabel/gambar/bagan, maka daftar tabel tinggal diklik kanan pilih update field.
Pembuatan Daftar Isi

Pembuatan daftar isi secara otomatis adalah dengan memilih references + table of contents. Apabila ada perubahan dalam letak halaman maka daftar isi tinggal di update (sama seperti update daftar tabel)
Editing dengan Document Map

Agar editing yang dilakukan dapat dilakukan dengan cepat maka dapat memanfaatkan fasilitas document map (Menu View + document map). Dengan fasilitas ini, perpindahan halaman yang akan diedit dapat berlangsung lebih cepat)
Kamis, 13 Oktober 2011
Kegunaan Microsoft Word Adalah sebagai Berikut:
1.    Untuk menyimpan dokumen dalam ukuran yang kecil dengan format yang beragam. Sebagai contoh saja ya, anda bisa mewarnai teks, menyisipkan gambar, dan lain-lain.
2.    Untuk menyimpan berbagai format. Misalnya format: .XML, .HTML, dan .RTF dan .TXT
3.    Bisa ditambahkan addon. Misalnya pada microsoft word 2003 kita tidak bisa membuka atau menyimpan dokumen dalam format .docx atau format office 2007. Maka kita bisa menginstall sebuah addon yang bisa berfungsi untuk menyimpan dalam format .docx dengan office 2003. atau juga bisa membuka dokumen .docx dalam office 2003.
4.    Dengan Microsoft word kita bisa memformat tulisan/ dokumen kita beragam, misalnya cetak tebal, mewarnai, menyisipkan gambar, mengubah ukuran huruf, menyisipkan simbol, dan lain-lain. Dengan kata lain, microsoft word ini formatnya sangat lengkap.
5.    Bisa membuat dokumen web. Misalnya anda mau membuat file berformatkan .HTML anda bisa menggunakan microsoft word. Dan mengupload ke server hosting anda. Namun ada sedikit kelemahan, yaitu: tata letaknya kurang bagus alias amburadul..hehe
6.    Bisa melihat tampilan cetak. Dengan fitur ini anda bisa memastikan tulisan/ dokumen anda sudah mantap J . alias sudah sempurna baik dalam formatnya ataupun dalam tata letak halamannya.
Itulah tadi sedikit penjelasan saya.. memang sebetulnya microsoft word mempunyai banyak fungsi dan manfaat ataupun kegunaan. Segudang manfaat microsoft word itu bisa kita pelajari lebih lanjut. Selain yang saya sebutkan di atas masih banyak kok manfaat microsoft word. Kita bisa mempelajarinya secara langsung dengan praktek secara langsung di depan komputer.