Pengendalian Hama dan Penyakit pada Padi
Wed, 10/09/2013 - 11:24 | by penyuluh1
Prinsip: Pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) merupakan
syarat mutlak untuk penerapan teknologi kami, mencakup strategi
pengendalian sebagai berikut:1. menggunakan varietas tahan
hama/penyakit2. menanam tanaman yang sehat, termasuk pengendalian dari
aspek kultur teknis seperti pola tanam yang tepat, pergiliran tanaman,
kebersihan lapang, waktu tanam yang tepat, pengelolaan tanah dan
irigasi, menanam tanaman perangkap untuk mengendalikan
tikus.3.pengamatan berkala di lapangan.4.pemanfaatan musuh alami,
seperti: pemangsa (predator), misalnya laba-laba, capung, ular sawah,
burung hantu, katak dlsb.5.pengendalian secara mekanik seperti:
menggunakan alat atau mengambil dengan tangan, menggunakan pagar,
menggunakan perangkap.6.pengendalian secara fisik seperti menggunakan
lampu perangkap7.penggunaan pestisida hanya bila diperlukan dengan:
insektisida, fungisida atau molusida.Pengendalian hama dan penyakit
utama tanaman padi seperti tikus, wereng, pengferek batang dan penyakit
tungro, berikut uraiannya.Pengendalian Tikus1.Pengendalian tikus dengan
bubu dilakukan seawal mungkin, yaitu pada saat pengolahan tanah sampai
panen. Pemasangan bubu dipersemaian maupun di pertanaman merupakan salah
satu cara menekan populasi tikus.2.Pengendalian dengan racun tikus,
terdapat dua macam racun yaitu racun akut (sangat beracun, membunuh
tikus dengan cepat) dan racun kronis (membunuh tikus setelah makan
berulang-ulang).3.Pengumpanan dengan racun akut efektif dilakukan pada
saat bera menjelang musim hujan, pada saat itu sumber makanan tidak
tersedia.4.Saat pertumbuhan vegetatif umpan diletakkan di pematang
dengan jarak ± 50 m antar lokasi umpan.5.Pada fase bunting, umpan
diletakkan pada petak sawah sejauh satu meter dari pematang.6.Saat padi
berbunga hingga panen, tikus sedang bunting atau beranak, pengemposan
dengan asap belerang atau karbit merupakan cara yang efektif. Pemasangan
umpan pada fase ini tidak efektif, karena sumber makanan melimpah.
Namun cara tersebut dapat dikombinasikan dengan memberikan umpan berupa
kepingan gula merah/jawa di sarang tikus akan mengundang semut
hitam/merah yang pada gilirannya akan menyerang anak-anak tikus karena
ada bau manis bekas air susu tikus.7.Selain cara tersebut dapat pula
dikombinasikan dengan penyemprotan pestisida organik PessO Plus 20cc per
14 liter air/sprayer ditambah 2-3cc minyak serimpi, semprot merata pada
tanaman padi. Aroma menyengat dari ramuan tersebut akan menjauhkan
tanaman dari pemangsa tikus.Pengendalian Wereng Coklat1.Tanam serempak
dalam areal atau hamparan yang luas - manfaatkan kelompok tani atau
gapoktan desa atau kecamatan atau beberapa kecamatan, selang waktu tanam
dalam satu hamparan tidak lebih dari 3 minggu.2.Laksanakan pergiliran
varietas.3.Setiap varietas jangan ditanam lebih dari 2 kali
berturut-turut dalam setahunnya, selingi dengan palawija.4.Pembuatan
pesemaian dan penyediaan bibit sehat.5.Hindarkan pemupukan N (Urea)
berlebihan. Pupuk dengan unsur Kalium (K) dapat mengurangi keparahan
akibat serangan hama wereng.6.Pada tanaman terserang, keringkan petakan
3-4 hari. Segera setelah panen tunggul jerami dikomposkan kemudian di
bajak.7.Apabila dalam pengamatan ditemukan lebih dari 5 ekor wereng saat
tanaman berumur kurang 40 hari, dan lebih dari 20 ekor wereng pada
tanaman berumur lebih dari 40 hari. Tanaman disemprot dengan insektisida
organik PessO Plus 20-30cc per 14 liter air/sprayer dengan ditambah 2cc
minyak kampak serta 10-20 cc pelembut pakaian [bisa diganti dengan 1
sendok makan detergen busa rendah non soda api contoh: merk
attack].8.Selain alternatif pada nomor 7 dapat digunakan Biopestisida
Ponomu untuk mengendalikan hama wereng dan walangsangit dengan cara:*
Sebelum digunakan sprayer harus dibersihkan dari bekas penyemprotan
pestisida/fungisida/bakterisida kimia karena dapat mengurangi daya kerja
Ponomu, karena ponomu berbahan aktif jamur-jamur pathogen khusus bagi
organisme pengganggu tanaman tertentu seperti wereng dan walangsangit.*
Ambil 1 sachet @ 30gram untuk 14 liter air/sprayer. Tutup rapat nozel
pada sprayer sehingga dihasilkan semprotan kabut [mist]. Untuk hasil
lebih baik dapat ditambahkan 10cc 4Plus atau 1 sendok makan gula
pasir/jawa.*Semprot ke lahan yang terkena serangan wereng pada sore hari
sesudah pukul 15.00. Penyemprotan dilakukan di atas permukaan tanaman
dan ke bawah permukaan dengan cepat.Pengendalian Penyakit Tungro1.Segera
setelah panen tanah dibajak agar singgang tidak tumbuh. Tanam seawal
mungkin secara serempak. Tanam serempak dalam areal atau hamparan yang
luas - manfaatkan kelompok tani atau gapoktan desa atau kecamatan atau
beberapa kecamatan, selang waktu tanam dalam satu hamparan tidak lebih
dari 3 minggu.2.Pergiliran tanaman padi - padi - palawija.3.Gunakan
varietas tahan tungro seperti Mamberamo, IR-66, dan IR-74.4.Mencabut
tanaman yang terserang.5.Pengendalian secara kimiawi dilakukan sejak di
pesemaian dengan insektisida karbofuran (Furadan, Curater dll), atau
dengan Confidor 5 WP.Pengendalian Penggerek Batang1.Sampai saat ini
tidak ada varietas padi yang tahan terhadap penggerek batang. Tanam
serempak dalam areal atau hamparan yang luas - manfaatkan kelompok tani
atau gapoktan desa atau kecamatan atau beberapa kecamatan, selang waktu
tanam dalam satu hamparan tidak lebih dari 3 minggu.2.Memotong jerami
serendah mungkin dan di bakar.3.Hindarkan pemupukan N yang berlebihan,
pupuk K dapat mengurangi keparahan akibat serangan penggerek
batang.4.Segera setelah panen tunggul jerami dibakar dan dibajak.( BP3K
Geragai Tanjabtim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar